(c) Kouji Ouji
(c) L'Arc~en~Ciel
.
.
.
Bulu kuduknya meremang, naik sempurna.
Rei tidak pernah merasa setakut ini seumur hidupnya. Bahkan ketika ia harus melompat dengan bantuan sebatang kayu panjang dan mendarat di atas matras, atau ketika ia terseret ombak di dalam badai. Ini pun bukan kali pertama ia bertemu muka dengan pemuda di hadapannya. Pemuda berambut merah marun dengan warna mata yang sama seperti miliki Gou-chan. Rin Matsuoka.
"Rei Ryugazaki?"
"Ah, ya." Rei menelan ludah. Nada suara Rin jelas mengintimidasi. Jelas, kentara seperti merahnya rambut pemuda dari Akademi Samezuka tersebut, bahwa ia sama sekali tidak suka padanya.
"Kalau kau menghalangi mereka, lebih baik kau berhenti saja."
.
.
.
Wednesday, 11 September 2013
Sunday, 8 September 2013
Busted!
25 September 20xx
Jaga malem untuk yang keseribulimaratusjutapuluhribu kali.
Harusnya sih ngga ada hal aneh di jaga malem ini. Ke mess buat ganti baju, ambil sendal japit, solat magrib, terus langsung balik ke igd buat stand by. Harusnya.
Siapa sangka, ada Bang Randi.
Ngga ada angin ngga ada ujan, pas buka pintu mess, pas dia lagi keluar dari lorong mess sambil ngasih perintah ini-itu ke juniornya. Pffft. Efek udah naik semester ya, Bang?
Basa-basi sebentar, ternyata dia mau pulang. Yah, sudahlah. Toh hari ini jatahnya gue nangkring di sekre. Doesn't matter at all. Pas jaga kemaren gue udah ketemu dia juga kok di igd.
Tapi, jadi inget percakapan dulu banget.
"Jaga, Bang?"
"Iya nih. Duh. Malesnya. Lo jaga juga, Ka?"
"Ngga dong. Lagi bagian yang ngga ada jaga nih, hahaha."
"Ah, enak banget. Terus ngapain lo jam segini masih di rumah sakit? Betah amat."
"Ih, ini juga udah bersiap mau meluncur ke bioskop terdekat."
"Emang ada film apa yang rame?"
"Ngga tau, gimana nanti aja. Anaknya impulsif sih."
"Yaudah, pulang sana."
"Hahaha, anterin dong Bang."
"Duh, kalo nunggu gue yang anter, lo pulangnya bisa dua hari lagi. Eh, Ka, angkatan lo lagi sendiri ya di sini? Kasian amat jaganya."
"Hahaha, iya nih Bang. Mau gimana lagi."
"Yang baru kapan masuk?"
"Abis kita spacing. Sekitar Maret-April. Kenapa?"
"Ngga."
"...Ya ampun, belum juga masuk udah ngincer aja. Siapa sih Bang, siapaaaa???"
"Yee! Kagak! Ngga ngincer siapa-siapa juga."
"Duh, malu-malu banget sih. Hayo bilang yang mana??"
"Hahaha. Daripada gue ngejar yang belum tentu ada, mending gue nyari yang jelas-jelas ada aja, Ka."
"Ooooh jadi angkatan aku nih, Bang? Hayoo siapaaa?"
"Ah elu. Dasar!"
.
.
.
"ACIL BACA APAAN LO DASAR TIANG LISTRIK SEENAKNYA BACA BUKU ORANG SINI GUE PUKUL KEPALA LO BIAR PENDEK!!!!"
Jaga malem untuk yang keseribulimaratusjutapuluhribu kali.
Harusnya sih ngga ada hal aneh di jaga malem ini. Ke mess buat ganti baju, ambil sendal japit, solat magrib, terus langsung balik ke igd buat stand by. Harusnya.
Siapa sangka, ada Bang Randi.
Ngga ada angin ngga ada ujan, pas buka pintu mess, pas dia lagi keluar dari lorong mess sambil ngasih perintah ini-itu ke juniornya. Pffft. Efek udah naik semester ya, Bang?
Basa-basi sebentar, ternyata dia mau pulang. Yah, sudahlah. Toh hari ini jatahnya gue nangkring di sekre. Doesn't matter at all. Pas jaga kemaren gue udah ketemu dia juga kok di igd.
Tapi, jadi inget percakapan dulu banget.
"Jaga, Bang?"
"Iya nih. Duh. Malesnya. Lo jaga juga, Ka?"
"Ngga dong. Lagi bagian yang ngga ada jaga nih, hahaha."
"Ah, enak banget. Terus ngapain lo jam segini masih di rumah sakit? Betah amat."
"Ih, ini juga udah bersiap mau meluncur ke bioskop terdekat."
"Emang ada film apa yang rame?"
"Ngga tau, gimana nanti aja. Anaknya impulsif sih."
"Yaudah, pulang sana."
"Hahaha, anterin dong Bang."
"Duh, kalo nunggu gue yang anter, lo pulangnya bisa dua hari lagi. Eh, Ka, angkatan lo lagi sendiri ya di sini? Kasian amat jaganya."
"Hahaha, iya nih Bang. Mau gimana lagi."
"Yang baru kapan masuk?"
"Abis kita spacing. Sekitar Maret-April. Kenapa?"
"Ngga."
"...Ya ampun, belum juga masuk udah ngincer aja. Siapa sih Bang, siapaaaa???"
"Yee! Kagak! Ngga ngincer siapa-siapa juga."
"Duh, malu-malu banget sih. Hayo bilang yang mana??"
"Hahaha. Daripada gue ngejar yang belum tentu ada, mending gue nyari yang jelas-jelas ada aja, Ka."
"Ooooh jadi angkatan aku nih, Bang? Hayoo siapaaa?"
"Ah elu. Dasar!"
.
.
.
"ACIL BACA APAAN LO DASAR TIANG LISTRIK SEENAKNYA BACA BUKU ORANG SINI GUE PUKUL KEPALA LO BIAR PENDEK!!!!"
Subscribe to:
Posts (Atom)