Friday, 26 July 2013

Danger!

(c) Kouji Ouji

.
.
.

"Rei-chan~"

Ryugazaki Rei, salah satu pemuda malang bernama seperti perempuan, menoleh ke arah sumber suara. Yang menyapanya adalah rambut berwarna jerami dan deretan gigi rapi yang terbingkai sempurna oleh cengiran lebar. Manik mata merah-coklat berkilat nakal. Rei menyipitkan matanya, curiga.

"Apa?"

"Uuu~ Rei-chan galak sekali~"

Rei menghela napas. Tidak ada gunanya bersikap galak pada teman seangkatannya yang konyol ini. "Apa maumu, Nagisa?"

Saat cengiran di wajah Nagisa semakin lebar, Rei refleks menelan ludah. Insting primitifnya mendadak menyala, membisingkan alarm peringatan akan bahaya. Tiba-tiba ia merasa sudah menanyakan pertanyaan yang seharusnya tidak usah ditanyakan.

"Temani aku belanja."

Wednesday, 24 July 2013

Wonderland

Hamparan mawar. Hitam putih hitam putih hitam putih.

Seorang manusia bertelinga kucing dan berpakaian sweater berbulu belang-belang dengan senyum lebar menyebalkan.

Seorang manusia berkacamata dengan tuksedo warna putih dan sepatu oxford hitam yang selalu cemas dengan jam sakunya.

.
.
.

Albafica bangun dengan kepala ringan.

Tuesday, 2 July 2013

Surname

(c) Cassandra Clare

.
.
.

"Kalau seandainya kalian berdua menikah, siapa yang akan pindah marga?"

Alec tersedak cola yang sedang diminumnya serta menumpahkan sisa dalam gelas ke pakaiannya. Cairan soda coklat itu sukses membasahi kaus putih dan celana panjang hitamnya. Ia lalu menatap Jace tajam. Jace hanya mengangkat bahu.

"Aku hanya bertanya."

Magnus yang sedang menepuk-nepuk punggung Alec kini menatap Jace. "Kadang ucapanmu ada benarnya juga, Wayland. Aku juga ingin tahu, siapa yang akan pindah marga." gumamnya. Alec mendelik tajam ke arah Magnus.

"Magnus!"

"Kau akan jadi Alexander Bane? Berarti kau akan jadi Simon Lightwood," kata Isabelle pada Simon yang sedang duduk di sampingnya. Vampir muda itu mengerjap beberapa kali sebelum ber-'apaaaaaaaaaaaaaaaaa' panjang dengan muka memerah--semerah yang bisa dimiliki oleh seorang vampir.

"Izzy! Jangan ikut-ikutan!" Seru Alec, yang kini sudah berwajah seperti tomat.

"Atau aku jadi Magnus Lightwood?"

"Nay. Aku tidak setuju."

"Kenapa kau tidak setuju, Jace?" tanya Clary.

"Magnus dan Lightwood. Tidakkah kau merasa ada yang salah dengan gabungan kedua kata itu? Aku masih bisa mentoleransi Alexander Bane daripada Magnus Lightwood."

"Jace!!!"

Lalu semua mata yang ada mendadak tertuju pada Alec. Magnus, yang berada di sampingnya, lalu merangkul pinggang Shadowhunter berambut hitam itu.

"Jadi, kau lebih suka yang mana? Magnus Lightwood atau Alexander Bane?"