Thursday, 29 November 2012

Fast and Furious

Satya menginjak pedal gas lebih dalam, memaksa knalpot ganda-nya berderu lebih nyaring, memancing umpatan kesal dan decak kagum pengguna jalan yang lain. Melaju semakin kencang, menembus angka seratus. Maju, terus, menyalip truk, bis, mobil, hampir menyerempet pembatas jalan. Ugal-ugalan.

Kalau mengingat berapa nominal angka yang harus ia ambil dari dompet untuk sekedar memberi makan kendaraannya, Satya pasti akan berpikir dua kali sebelum mengebut tidak jelas dan berbahaya begini. Tapi, ketika ia tidak sedang terlalu banyak pikiran dan tidak punya tempat untuk melampiaskannya, maka Rodriguez--nama mobil Honda Jazz hitamnya--harus mau menjadi tempat sampah bisunya.

Bisa juga, ia mencari keributan dengan universitas tetangga seperti masa-masa keemasan SMA-nya dulu ketika ia adu jotos dengan sekolah tetangga hanya karena bosan. Namun, mengingat siapa yang akan mengamuk dan marah dan menangis tidak jelas kalau ia sampai pulang berantakan.

Emosinya seketika naik lagi, ia lalu menginjak rem dan menggerakkan stir tiba-tiba ke kanan, menyalip mobil berplat B yang juga mengebut di sebelah kanan jalan, memancing klakson panjang dari mobil tersebut, sebelum akhirnya ia menepi ke rest area.


No comments:

Post a Comment