Saturday, 6 April 2013

Realization

Vassalord (c) Chrono Nanae

xxx

"My Lord."

Ah, Cherry. Kau merajuk?

Rayflo tidak bisa tidak menyeringai.

"My Lord, Rayflo."

Charles memeluknya begitu erat, mendekapnya begitu dalam ke dada, seolah ingin memasukkan Adam dari bangsa vampir itu ke dalam tubuh dan memenjarakannya di sana untuk selamanya. Rayflo terkikik geli meski matanya berbinar kesenangan.

"Oh, Cherry. Kenapa kau jadi manja begini?" Ia memainkan jemarinya di helai rambut pirang Charles sambil menikmati wangi tubuh pemuda cyborg itu.

"Kalau untuk membuatmu tetap ada di sisiku aku harus membuang harga diriku, maka aku akan melakukannya."

Rayflo berkedip sekali lalu membatu dalam dekapan Charles yang semakin erat, semakin putus asa. Perpisahan mereka yang terlalu lama membuat Charles sadar bahwa ia tidak bisa hidup (dalam arti sesungguhnya dan kiasan) jika vampir darah murni berambut hitam legam itu tidak ada di sisinya. Kesadaran akan betapa dalamnya ia jatuh cinta untuk makhluk berusia ribuan abad.

"Cherry." Rayflo berbisik lirih, tidak memercayai apa yang ia dengar.

"Tetaplah disisiku, Rayflo."

Memangnya aku bisa ke mana lagi, Chris?

Rayflo tersenyum tipis. Ia mendorong dada Charles, melepaskan dirinya dari pelukan. Kesedihan lalu menyelimuti mata Charles. Penolakan jelas bukan jawaban yang diinginkannya saat ini.

Namun, kau tahu siapa Rayflo. Vampir darah murni yang jalan pikirannya tidak tertebak dan terkadang bicara lompat-lompat. Makhluk yang akan selalu membuatmu hatimu seperti dilempar kesana-kemari.

"Kalau begitu inginnya aku ada di sisimu, hentikan cara bicara melankolismu itu dan kembalilah jadi Chris yang biasanya."

"... kau ingin aku bicara ketus? Memangnya siapa yang merengek-rengek mengeluh tentang ketidakromantisan?"

"Huuh! Aku 'kan cuma kangen sama Cherry yang biasa! Terlalu banyak bumbu romantis justru membuat hubunganmu membosankan."

Charles mendengus, "Kau ini memang masokis sejati."

Rayflo mengerutkan dahi dan mengerucutkan bibir. "Dan kau tsundere sejati."

Charles menatap Rayflo galak lalu meraih tangannya. Dalam gerakan cepat, ia mengecup punggung tangan Rayflo. "Tapi kau mencintai tsundere ini, 'kan? My Lord?"

"Hmph. Sesukamu saja."



"Kalau begini siapa yang tsundere, coba?"

"Cherry!"

No comments:

Post a Comment