Keletak sepatunya menggema begitu nyaring di aula besar beratap lengkung kaca. Grey merasa ada yang salah, sekaligus benar, dengan arahnya berjalan sekarang. Dilema seorang Terrania yang berasal dari keluarga Gaian.
"Grey!"
Grey berhenti dan berbalik. Lakra.
"Grey," panggil Lakra sekali lagi.
"Grey. Kau... kau tidak bisa kembali pada mereka, kau tahu? Berbeda dengan mereka, kau punya keluarga. Kau punya kami semua, kau punya aku. Tidak masalah apakah kau Terrania ataupun seorang Gaian, bagiku kau adalah Grey. Sejak dulu sampai sekarang. Kami--
Grey tidak mendengarkan sisanya. Perhatiannya terfokus pada sisa 'keluarga'nya. Teman-temannya di desa dahulu, masa lalunya. Ada rindu yang menggelitik hati Grey, menuntutnya untuk kembali pada kehidupan lampau. Grey ingin, sangat ingin kembali pada siapa dirinya di Gaia. Tidak ada tuntutan untuk mempertaruhkan nyawa, ia bisa seenaknya memanjat pohon apel milik tetangga tanpa takut ditangkap dan dihukum memotong kayu bakar, atau malah bisa seenaknya tidur siang di atap tanpa perlu takut ada patroli udara yang memergokinya lalu menyeretnya ke depan meja Granda untuk kemudian diamuk habis-habisan. Meski begitu, ada getar ragu yang tersirat jelas di dalam banyak pasang mata yang kini menatapnya. Keraguan akan siapa dirinya.
Akan kedua sayap yang terlipat rapi di punggungnya.
--kembali!"
Grey kembali menatap Lakra yang terengah-engah. Ada kesungguhan di mata pemuda itu, masih sama seperti yang diingatnya kali terakhir mereka bertemu. Namun, tetap saja.
Ada sesuatu yang salah dengan kesunyian genting yang kini menaungi mereka semua.
"Lakra, aku...."
"Lagipula, mereka sudah meninggalkanmu, Grey. Kau tidak punya tempat kembali."
Seperti bilah pisau tajam, hati Grey tergores dalam ketika ia menengok ke belakang dan tidak melihat siapapun di sana. Tidak sepasang telinga runcing, ekor yang terlihat empuk, atau kilau taring yang mematikan. Hanya ada satu hal yang tersisa, yang kini sedang berdiri di depan gerbang besar yang terbuka sedikit.
Sayap hitam besar yang megah milik seseorang bermata hijau.
.
.
.
"Grey!!!"
.
.
.
No comments:
Post a Comment