.
.
"DOR!
Pelatuk ditarik. Letusan mesiu menggaung di telinga. Percikan api meledak di udara, melayang ringan. Dan tatapan matanya kosong sejenak.
Sisi kepalanya yang menyentuh mulut pistol terasa panas. Wajar, mengingat ia baru saja memuntahkan timah panas dari senjata api perak itu. Namun, yang berikutnya ia rasakan adalah hal yang baru, selalu baru. Ketika ledakkan itu menulikan inderanya, ketika tatapannya menggelap, ketika tubuhnya seperti dilingkupi oleh api kebiruan yang mistik.
Ketika ia memanggil satu topengnya.
"Orpheus!"
Perasaan itu. Euforia yang sulit digambarkan. Kelegaan yang luar biasa. Adrenaline rush.
Oh. Ia akan sangat menikmati memanggil 'topeng-topeng'nya ke dunia ini.
No comments:
Post a Comment