Wednesday, 1 October 2014

Ramblings of Blue

(c) GoRa & GoHands

.
.
.

Jika suatu saat, Tuhan membuka undian berhadiah dan satu orang pertama yang sampai di kuil mendapat satu permintaan yang akan dikabulkan saat itu juga, Reishi tidak akan segan membarikade kuil tersebut dan menggunakan semua kekuasaannya agar mendapatkan kesempatan tersebut.

Kesempatan untuk mengembalikan Suoh Mikoto dan Totsuka Tatara kembali ke dunia ini.

.
.
.

Kusanagi Izumo berhenti menggosok gelas dan menatap pemuda di hadapannya. Bunyi es batu yang berdenting ketika bertumbukan dengan kaca mendadak terdengar begitu nyaring. Ia mengerjap beberapa kali sebelum angkat suara.

"Dan Tatara? Kenapa aku mendengar kau mengucapkan kata penghubung itu dengan kebencian yang amat-sangat?"

Reishi menaruh gelasnya di atas counter. "Karena Suoh dan Totsuka merupakan satu paket yang tidak dijual terpisah."

Izumo mendengus. "Tidak dijual terpisah, eh? Lalu, ada apa kau tiba-tiba bicara seperti ini?"

Reishi mengangkat bahu. "Tidak ada apa-apa. Berkhayal sesekali tidak apa-apa, 'kan?" ujarnya sebelum menenggak sisa minumannya sekali teguk. Ketika cairan beralkohol tersebut mengalir, ia merasakan dadanya terbakar.

Ia merasakan, hatinya dibakar.

.
.
.

"Ahahahaha. Munakata-san sangat benci padaku ya, King?"

Si surai merah mendengus. "Tanyakan saja padanya. Jangan padaku."

No comments:

Post a Comment