Thursday, 1 November 2012

Years of Youth #15

Kardia,

Aku tak berani membaca hatimu. Bukan, bukan karena aku tidak bisa, lebih karena aku tidak mau.

Aku takut. Takut. Takut berekspektasi, takut melukai hati sendiri. Takut.

Begitu pun ketika aku memutuskan untuk berhenti bersamamu. Aku takut, Kardia. Takut. Takut pada akhirnya aku jadi tidak mampu kehilanganmu, tidak bisa berjalan di sampingmu.

Takut tidak lagi kau cintai.

Impulsif, ya. Kekanakan, ya. Tidak berpikir panjang, ya. Orang-orang boleh bilang aku adalah kebalikan dari apa yang kusebutkan, namun di depanmu itulah aku.

Dan, mendengar apa yang kau katakan, menerima perlakuanmu, dan pada akhirnya mengerti semuanya, sungguh....

Aku cinta padamu, Kardia. Sekarang dan mungkin selamanya.

Degel
.
.
.

Hari itu, Milo memilih tidur di Aula Besar saja, sampai akhirnya Apollo mengajak pemuda malang itu ke bangsal rumah sakit dan menyuruhnya tidur di sana. Malam itu, Ruang Bersama Gryffindor dipenuhi oleh sumpah-serapah, menyumpahi seorang bermata biru yang tertawa-tawa, melompat-lompat, dan menari-nari kegirangan sepanjang malam hanya karena sepucuk surat yang dititipkan untuknya lewat Milo.

2 comments:

  1. publis dunnn... dah selese lum skipsi-nya??? yup ternyata bener kata shara sherenia KarGel-nya mantap... Dan oh.. bukan cuma KarGel tapi juga pairing yang lain-nya. plus ni crita galau banget deh... apa lagi Kardidi bener-bener... yup aq cuma bisa ripiu chap ini aja. bingung mo ripiu gimana lagi hiks... TT,TT

    ReplyDelete
    Replies
    1. lupa! #nepok jidat# tadi lizzy

      Delete