.
.
.
Luca tersenyum, girang, kesenangan. Ia tidak mengindahkan tatapan konyol petugas bensin ataupun tukang parkir. Ia tidak peduli pundaknya sudah basah oleh air hujan yang turun konstan sejak tadi siang. Ia-tidak-peduli.
Ia hanya peduli akan senyum polosnya, gelak tawanya, kehangatan yang sempat hilang, dan semua tentang dirinya. Ia tidak peduli meski semuanya hanya sementara, meski semua hanya angan semu belaka.
Ia-tidak-mau-peduli.
No comments:
Post a Comment