Wednesday, 25 June 2014

Kepiting sinting paling garing

(c) Masami Kurumada

.

.

.

"Aku tahu, kenapa kau menolakku."

Aphrodite mengerutkan dahinya. "Maksudmu?"

Deathmask--Angelo menganggukkan kepalanya. "Ya. Karena kau merasa penuh dengan eksistensiku. Kan?"

"Err.... Angelo? Aku sungguh tidak mengerti. Aku menolakmu karena aku tidak bisa menganggapmu lebih dari teman, dan jelas tidak akan pernah lebih dari apa yang kurasakan pada Shura. Dan mungkin kau ketinggalan gosip karena Milo masih meracau soal suaranya yang kurang macho, tapi kau tahu 'kan kalau aku dan Shura...."

"Kalau kami sudah jadi pasangan." Shura melanjutkan. Tangan kanannya memegang erat tangan kiri Aphrodite, yang juga balas menggenggamnya. Mereka sedikit mencuri pandang penuh makna, sebelum tawa Deathmask mengembalikan mereka ke dunia nyata.

"Myoahahahaha. Aku tahu kalian pacaran. Tapi, Shura, tidak tahukah kau kalau semua ini hanya pelarian saja? Bahwa Aphrodite melarikan diri dari suatu rasa yang ia miliki padaku?"

Aphrodite mengerjap tidak percaya. "Ap--apa maksudmu.... Shura, kau tahu kepiting gila ini memang benar-benar tidak waras, 'kan? Jangan percaya apapun yang dia katakan!"

"Apa maksudmu, Deathmask?" ada nada suara yang mengancam dari sang Saint Capricorn. Cosmo-nya mendadak terbakar, meluap-luap meliputi dirinya dan terkumpul di lengan kanannya.

Siap membelah dua kepiting garing di hadapannya.

"Karena.... Di dadamu, ada kumisku, kan? Makanya kau menolakku dan malah pacaran dengan Shura? Karena aku sudah ada dalam hatimu sejak lama, 'kan? Dan Shura adalah pengalih dirimu yang begitu rindu padaku, 'kan???"

.

.

.

"LIA!PINJAMKAN LISTRIKMU! BIAR KUSETRUM SI KEPITING SINTING INI BIAR MATI BETULAN!!!"

No comments:

Post a Comment