Friday, 22 November 2013

Third Person

Bau laut. Debur ombak. Air yang melompat riang membasahi kaki.

Freyr harus menahan diri untuk tidak menenggelamkan dirinya.

Ini adalah kali kedua ia diam berjam-jam tidak bergerak di tepi pantai, didatangi anjing liar dan dilewati kepiting nyasar. Beberapa bola voli menggelinding ke arahnya, tidak jarang yang hampir menghantam kepalanya.

Freyr sedikit berharap ada yang melempar ke arahnya dan membuatnya mati di tempat.

Kali pertama ia datang ke pantai dan membisu begini adalah tujuh tahun lalu. Cinta pertamanya pergi ke alam sana setelah memberitahu bahwa yang ia cintai bukanlah Freyr, melainkan Leon. Untuk pertama kalinya, ia membenci Leon dan menolak berinteraksi dengannya sampai berbulan-bulan.

Saat itu ia pergi ke laut dengan satu tujuan : mati bunuh diri.

Drama? Ya. Biarlah Leon yang mengambil semua lampu sorotnya dan dia yang memainkan dramanya. Toh, wajah mereka berdua sedikit mirip. Ganti saja warna rambut dan sifat dasarnya. Tadaa!

Dan kali ini, ia merasakan dorongan yang sama dengan saat itu.

Satu hal yang tidak pernah bisa ia pahami dari hubungannya dengan pemuda yang menolak untuk maju dari masa lalunya.

Kenapa pada akhirnya ia selalu jadi orang ketiga dalam hubungan yang manapun?

No comments:

Post a Comment