Saint Seiya © Masami Kurumada
.
.
.
Ego.
Kesadaran utuh tanpa paksaan yang mengatur langsung perilaku dan pikiran, dan adalah satu bentuk akal yang setiap harinya bersentuhan dengan kenyataan.
Id.
Keinginan instingtif tanpa pertimbangan akal, yang mementingkan diri sendiri di atas segala-galanya.
Superego.
Kesadaran eksekutif. Dimana semua perilaku Id dan Ego pada akhirnya akan dibawa kehadapan Sang Superego untuk kemudian dieksekusi dan diputuskan kebenarannya.
.
Hilang satu, dan kau akan mengalami sesuatu yang disebut kelainan mental. Gila. Sinting. Hilang akal. Tidak waras.
Hilang dua, mungkin kau mengalami ancaman masuk rumah sakit jiwa selama lebih dari lima belas tahun.
Hilang semuanya?
.
.
.
"Saga."
Kanon berbisik lirih di hadapan sosok identiknya. Sekilas, orang tidak akan bisa membedakan mana Kanon-mana Saga. Namun, hanya butuh lima detik untuk tahu siapa yang mana. Tatap saja matanya.
Mata biru yang sejernih lautan dan menghipnotis. Berkarisma, memancing debar tidak karuan. Hidup, menyala, meledak-ledak, terkadang berkilat nakal dan seringnya terlihat manja. Sosok yang dewasa sekaligus kekanak-kanakan. Enerjik dan memberi bahagia.
Mata biru kelam, gelap, suram. Kosong dan hampa, menyedot yang menatap ke dalam jurang dalam tanpa dasar. Keputusasaan seolah mengalir keluar tanpa terbentung, membentuk aliran air di kedua sudut mata. Gurat wajah yang lelah dan hati yang patah lalu pecah jadi kepingan tajam. Sosok mayat hidup yang terduduk diam mematung dalam kehidupan dunia tidak nyata, terbelenggu masa lalu.
.
Hari cerah di Athens. Matahari bersinar cukup terik untuk memaksa anak-anak muda memakai pakaian tipis dan menenggak berbotol-botol air dingin. Hari yang damai untuk ukuran kota tersibuk nomor sekian di dunia.
Damai, dengan suara sirine memekakkan telinga berderu kencang di satu sudut jalan. Damai, dengan satu jeritan putus asa memanggil-manggil nama yang terkasihnya terus diulang tanpa henti. Damai, dengan air mata jatuh deras ke bumi ketika cairan merah yang hangat merembes ke tanah.
Damai, sedamai tidur panjang Aiolos untuk selamanya.
.
Ketika Id gagal mempertahankan eksistensinya, maka Ego akan kehilangan kendali tentang kewarasan. Ego akan kehilangan pegangan tentang sejumlah fakta primitif mengenai kemampuan bertahan hidup. Ketika Ego terjebak dalam ilusi realita, maka Superego--yang kaku--akan mengeksekusi keputusan Ego, tanpa sedikitpun mempertanyakan. Lama kelamaan, Superego akan mulai bergeser, mempertanyakan keputusannya tentang benar dan salah, tentang nyata dan tidak. Semakin Ego hilang kendali, semakin pula Superego akan semakin terdistorsi. Anomali-anomali akan mulai terlihat, muncul dalam satu perilaku paling dasar yang mungkin manusia dapat lakukan.
.
.
.
mencintai mimpi, menghapus realita, dan tetap hidup terjebak di dalam batas ruang dan waktu imajiner.
TTT.TTT SAAAGGGAAA... Hiks malangnya dirimu... sedih bangettt... tapiii... antata ke-3 itu kau hilang yang mana? dan berapa? #gak sopan#
ReplyDeletesori gak sopan banget ni bocah... publis pleeaassee...
your fans #Lizzy#