Sunday, 10 February 2013

Good Bye

Langit kehilangan dirinya yang tenang, datar, dan acuh kala melihat nyawa Bintang merembes keluar dari kaki ke ubun-ubun, dicabut oleh malaikat bertudung hitam dengan seulas senyum tipis menenangkan. Dunianya seperti bergerak dengan sangat lambat, seperti aksi di layar lebar. Bagaimana letusan mesiu terdengar, lalu Bintang yang mengangguk sangat singkat dengan senyum lebarnya meskipun ngeri akan kematian terpantul jelas di kedua mata coklatnya, kemudian sembur darah dari lehernya yang menyiprat ke lantai, disusul oleh debam singkat dan jerit histeris orang-orang serta Bintang transparan yang berdiri dan melambaikan tangan padanya.

"Sampai jumpa lagi, Langit. Semoga kita ketemu lagi kalau kamu udah jadi nenek-nenek dengan banyak cicit."

No comments:

Post a Comment