Wednesday, 28 August 2013

Break

Asap abu-abu membumbung dari rokok yang sudah terbakar separo. Dua jari menjepit batang tembakau tersebut, sesekali memutarnya. Mata coklat si empunya tangan tidak fokus. Kesana kemari, seperti memandangi seekor kupu-kupu yang terbang panik.

Seperti memandangi kupu-kupu dalam dirinya yang terbang panik.

Satu hisap dari asap nikotin yang adiktif, dan sel-sel otaknya kembali mati sambil bekerja di waktu yang sama.

"Cil. Mati lo, ngeroko melulu."

Gaya bicara Luca yang monoton membuat Ciel kesal. Tidak tahu kenapa. Kesal saja.

"Gue ga ngeroko juga mati."

"Maso."

Satu jitakan mendarat di puncak kepala Luca. Gadis berambut ikal itu hanya meringis. Tidak ada niat membalas kelakuan kembarannya sedikit pun.

"Ka."

"Um?"

"Gue cape."

Luca menoleh, menatap Ciel dari samping. Mata pemuda itu redup. Kilau jahilnya seolah hilang diserap waktu. Lengannya segera terulur dan merengkuh pemuda tersebut dalam pelukannya.

"Ya istirahat dong, Cil."

"Boleh?"

Luca tergelak. Kencang. Geli. "Siapa yang ngelarang?"

"Lo, gapapa gue lepas?"

Luca melepas pelukannya lalu tersenyum lebar. "Lo mau break seumur hidup juga ga masalah, Ciel."


No comments:

Post a Comment