Pada suatu hari, di sebuah desa kecil di pinggir sungai, terdapat seorang pemuda tampan berambut coklat tua. Matanya biru cerah seperti samudra yang luas, senyumnya hangat seperti matahari. Aiolos namanya. Ia tinggal dengan adiknya, Aiolia, pemuda yang sama lugunya namun lebih impulsif dan meledak-ledak. Aiolos memiliki banyak penggemar. Sebut saja seorang penempa besi bernama Shura, penjaga toko buku bekas Camus, dan bishop kerajaan Saga. Pemilik toko roti Aldebaran serta pemilik toko bunga, Mu, juga merupakan beberapa teman dekatnya. Belum lagi berandalan-berandalan seperti Milo, Shaka, Aphrodite, Kanon, dan Angelo. Setiap hari, Aiolos menjalani kehidupannya dengan bahagia.
Suatu hari, Aiolos diculik. Rupa-rupanya, penculikan ini terjadi karena sang ratu membutuhkan tumbal seorang pemuda lugu untuk menenangkan keempat hewan mistis yang melindungi kerajaannya. Keempat hewan mistis itu adalah seekor pegasus emas, naga jade, angsa perak, dan phoenix. Mereka semua dipimpin oleh seorang dewa berambut kehijauan dengan mata hitam legam berparas lembut sekaligus keji di saat yang bersamaan.
Tidak terima kakaknya diculik untuk dijadikan tumbal, Aiolia pun berangkat menuju lembah terlarang dengan hanya bermodalkan tinjunya saja. Di lembah itu, ia bertemu dengan salah satu dari empat hewan mistis--sang naga. Sang naga dengan sisik dan mata hijau itu meraung serta memuntahkan api, membakar apapun yang berani melawannya. Namun, Aiolia tidak takut. Satu alasan ia tidak diculik dan dijadikan tumbal meskipun kadar keluguannya melebihi sang kakak, Aiolia berpikir seperti orang dewasa--berbeda dengan kakaknya yang cenderung polos. Ia lalu melawan sang naga, memberinya beberapa tinju di sana-sini sekaligus terluka oleh sabetan ekor dan cakarannya. Ketika ia merasa nyawanya akan berakhir, sang naga lalu bercahaya dan berubah menjadi seorang pemuda berambut hitam panjang.
"Katakan, manusia. Apa tujuanmu datang kemari?"
"Aku mau menyelamatkan kakakku!"
"Dan siapa gerangan kakakmu ini?"
"Aiolos dari Desa Athens."
Sang naga menaikkan sebelah alisnya. "Ah, Aiolos? Pemuda manis berambut coklat itu? Kau adiknya? Pantas aku merasakan auramu mirip dengannya," gumam sang naga. "Baiklah, kalau begitu. Selamatkan kakakmu, dan semoga kau selamat."
Shaka... berandalan?#sweatdrop gak bisa banyangin. aiolia... dikau memang contoh adik yang baik ya? huhuhu... seandainya aja aku punya adik kayak kamu... udah cakep, polos, baik, keren en penyayang... haduhh... bener-bener tipe adek yang paling pengen ku miliki huuuuuuuuuuu.......
ReplyDelete#Lizzy#