"Luke!'
Luca yang tengah asik menyantap yamin manisnya dengan lahap menoleh ke arah sumber suara. Pemuda jangkung dengan kulit sedikit gelap dan senyum tipis serta seorang pemuda bertubuh bongsor datang menghampirinya.
"Oi, Oka."
"Aku nggak disapa, nih?" tanya si bongsor. Luca hanya nyengir sebentar sebelum menyeruput es teh manisnya.
"Halo, Bang Gatan! Hehehehe."
"Cuma sama Mahda doang?" tanya Oka, merujuk pada satu pemuda bertampang mirip dengan Luca. Luca nyengir lagi.
"Ngga. Lagian, Mahda mah sepupu jauh entah gimana garis keturunannya pokoknya sepupu. Aku lagi jadi nyamuk di antara dia sama Chika. Temenin aku, yuk?"
Oka tergelak sedikit. "Nggak ah. Aku pergi dulu ya. Dah."
Luca hanya melambaikan tangannya dan menatap kepergian Oka ketika satu sikut yang kurang ajar menyenggolnya. Ia melirik ke kiri dan melihat Mahda tersenyum lebar. Luca memutar bola matanya.
"Shut it out, Mat. He's just a friend. A very handsome charming gentle friend."
Mahda tertawa kencang. "Aku tau kamu bakal ngomong gitu, Luke. Aku tau banget hahahahaha!"
No comments:
Post a Comment