Monday, 17 September 2012

Head Voice

'Aku suka kamu.'

Mudah dipikirkan, tapi tidak mudah diucapkan. Atau setidaknya, itu yang ada di dalam kepala Luca saat ini. Remaja berkelakuan bocah itu rasanya ingin lari dari tempat beratmosfer berat itu sesegera mungkin. Peduli amat kalau orang di depannya ini ikut mengejarnya dan mereka berdua lari-lari bak Tom and Jerry di jalan raya.

"Jadi, lo mau ngomong apa?"

Luca menghela napas. "Nggak ada sebenernya, 'Dra. Gue janji nraktir lo makan, dua kali. Dan dua-duanya nggak jadi gara-gara kuliah gue yang nggak ada matinya, atau gara-gara salah satu dari kita tumbang. Mumpung gue agak kosong dan nggak sakit, ya udah makan."

"Gitu?" nada di ujung kalimat Samudra menyiratkan ketidakpercayaan dan kecurigaan tingkat tinggi.

"Iye. Udeh, makan aja sana, ga usah banyak mulut."

.
.
.

No comments:

Post a Comment