disclaimer :
Saint Seiya belongs to Masami Kurumada
Harry Potter belongs to J.K. Rowling
.
.
.
"Gryffindor!"
Gaung riuh memenuhi Aula Besar ketika nama satu dari empat asrama disebut. Ribut-ribut ini terdengar paling keras dari satu meja panjang dengan panji merah-emas menggantung di atasnya. Sekumpulan senior langsung menyambut adik kelas mereka yang baru saja resmi menjadi anggota keluarga mereka yang baru.
"Selamat!"
"Hei, sini duduk denganku!"
"Ayo cepat kita mulai pestanya!"
Cengir lebar menghiasi wajah semua penghuni asrama berlambang singa itu. Bergantian, mereka menepuk pundak, mengacak rambut pirang, dan meninju pelan lengan si anak baru. Senyum lebar yang sama pun menggantung di wajah si anak baru. Mata birunya bersinar cerah, menyaingi kilau bintang-bintang di atap sihir aula.
"Yo, Milo!" seru satu anak di tengah meja. Mata hijaunya menatap manik biru Milo dengan kilau yang sama. "Duduk sini! Cepat!" serunya tidak sabar. Milo segera menghampirinya.
"Lia! Kita satu asrama! Yeah! Dan kita akan menjadi duo pemain Quidditch paling populer sepanjang sejarah!" seru Milo kesenangan. Aiolia nyengir lebar dan tergelak.
"Sebelum jadi pemain Quidditch populer, kita harus masuk tim asrama dulu, dan setelah diterima kau akan dilatih seperti Sparta oleh kakakku. Dia bilang tidak ada prioritas untuk kita."
Milo hanya nyengir lebar dan mengambil sepotong daging kalkun. "Prioritas atau tidak, aku akan masuk tim! Sementara itu, ayo pesta!!!" serunya kencang, disambut riuh tepuk tangan berisik dari senior-seniornya yang lain, sambil menggigit daging besar-besar.
"Ya, pesta!" seru Aiolia sambil mengangkat gelas berisi jus labu-nya tinggi-tinggi. Setelah menghabiskan sekali teguk dan mengelap kelebihan jus yang meleber dari sudut bibir dengan lengan jubahnya, ia menyenggol Milo, "menurutmu Camus masuk asrama mana?"
Milo menoleh dan menjawab pertanyaan sahabatnya sejak kecil setelah susah payah menelan, "Kepinginku sih Gryffindor juga. Tapi orang sekaliber dia lebih cocok masuk--
"Ravenclaw!"
Kali ini sorak-sorai terdengar dari meja panjang yang ada di bawah naungan panji berwarna biru tua-perunggu dengan simbol elang. Berjalan dengan senyum paling lebar yang bisa ia lakukan, seorang anak baru berambut merah membara. Ia lalu disambut dengan seorang pemuda bermata hijau muda berperawakan mirip dengannya. Sekali-sekali, anak itu melirik ke meja Gryffindor. Mata coklatnya lalu bertemu dengan mata biru Milo. Milo tersenyum lebar dan mengacungkan dua jempol padanya.
"Ravenclaw? Lebih dari cocok untuknya," kata Aiolia. Milo mengangguk mantap.
Sisa penerimaan siswa baru diisi dengan gumaman dan seruan Sang Topi, diikuti dengan teriakan-siulan-keramaian dari meja asrama yang namanya disebut. Begitu, terus, sampai akhirnya siswa terakhir di tahun ajaran ini disebut masuk ke meja Hufflepuff. Setelahnya, Kepala Sekolah, penyihir berambut pirang dan mata kuning keemasan, Zeus, berdiri dan menenangkan keadaan.
"Tidak ada basa-basi. Selamat datang dan selamat berpesta!"
.
.
.
No comments:
Post a Comment