Friday, 28 September 2012

Years of Youth #6.5.3

Minos melayang tenang di atas sapu terbangnya, Firebolt 3.2, di depan tiga lingkaran besi besar. Di hadapannya, dua belas orang dengan dua macam seragam yang berbeda saling hantam, saling lempar bola, dan saling berkelit satu sama lainnya. Di ujung lapangan, dengan jubah merah dan tatapan tajam serta rambut hitam dan mata biru terang, Defteros menjaga lingkar gawang miliknya.

Bola merah pindah dari Aiolos, lalu Sisyphus, lalu Aiolos lagi, lalu Sisyphus, begitu saja terus, zigzag, melupakan seorang Chaser lain yang tertinggal jauh kewalahan mengikuti irama mereka. Terbang sambil melempar-lempar bola dengan sesekali menghindari bola hitam yang dipukul oleh dua Beater dari masing-masing tim.

"Rhada!" seru pemuda Slytherin berambut merah, sambil memukul Bludgers ke arah seorang pirang di tengah lapangan. Rhadamanthys menerima bola dengan memukulnya lagi sambil diarahkan pada Sisyphus, yang berkelit cepat. Rhadamanthys lalu nyengir lebar.

DUAK!

"OOOOOO!!! Bludger Slytherin menghantam Beater Gryffindor!!!" seru komentator--Aphrodite dari Ravenclaw. "Siapa yang ke--JATUH! KARDIA JATUH DARI SAPUNYA!!!"

Diiringi dengan jeritan heboh dari siswa Gryffindor yang duduk di bangku penonton, Kardia merasakan wajahnya ditampar oleh angin dan perutnya sakit bukan main. Sapunya sudah jatuh entah ke mana dan ia melihat tanah semakin dekat-dekat-dan dekat dengan wajahnya. Panik semakin merajalela ketika ia merogoh saku jubah dan menemukan bahwa tongkatnya tidak ada di sana. Saat jaraknya dengan kematian hanya tinggal dua meter, Kardia memejamkan mata dan menahan napas.

.
.
.

"Wingardium Leviosa!!!"

.
.
.


No comments:

Post a Comment