Saturday, 22 September 2012

Years of Youth #8

"Aku mencintaimu."

Suaranya tercekat. Tangannya meremas ujung sweater biru tua. Salju mulai turun dari langit.

"Aku mencintaimu, Degel."

"Su--

"Aku tahu." Kardia menutup mulut Degel dan menariknya dalam pelukan, mengubur wajah si Ravenclaw ke batas antara leher dan pundaknya. "Aku tahu semuanya sudah selesai. Tapi, aku mencintaimu, Degel. Tidak ada syarat, sepihak saja. Tidak masalah buatku."

Degel mendorong Kardia, mendorong keinginannya untuk tetap ada dalam kehangatan familiar yang ia sangat rindukan. "Berhenti, Kardia. Berhenti mencintaiku."

Dan Degel bersumpah, ia melihat ada kilat kecewa yang muncul dan menghilang dengan kecepatan sama di manik biru Kardia.

"Biarkan aku melindungimu, mencintaimu. Kumohon. Kau bebas mencari sendiri bahagiamu karena itu juga jadi bahagiaku. Setidaknya biarkan aku ada di sampingmu. Kumohon, Degel."

.
.
.

dan aku juga mencintaimu, jadi berhenti memulai lagi apa yang sudah kuakhiri, Kardia!!!

No comments:

Post a Comment