"Riza ikut ke Bali."
Luca, yang tengah memotong kuku, langsung menghentikan kegiatannya, dan menatap ayahnya yang sedang tidur-tiduran malas di sofa.
"Hah?"
"Iya," Anjar mengonfirmasi. "Riza ikut ke Bali."
"Mas pergi hari apa?"
"Hari Rabu juga. Malemnya."
.
.
.
"Salah sendiri, nggak tegas. Sekarang mah udah nggak kebeli tiketnya."
.
.
.
Detik itu, Luca menyumpah. Keras. Memaki. Dalam hati. Kepada kebijakan fakultasnya yang menyulitkan absensi mahasiswanya sendiri.
No comments:
Post a Comment