"Itu namanya pumpkinophobia."
Kanon meneguk cokelat hangatnya sebelum menengok ke arah Saga, yang entah bagaimana caranya bisa masuk ke dalam Ruang Bersama asramanya. Sudah bukan hal asing lagi bagi penghuni Ravenclaw, tentang keajaiban Saga yang bisa keluar masuk asrama seperti ia keluar masuk ruang bawah tanah Slytherin. Senior sudah maklum, para guru pun begitu. Hanya Seiya--si penjaga sekolah--yang masih penasaran dan ingin sekali menemukan caranya, yang ia yakini berhubungan dengan sihir jahat, untuk kemudian mendetensinya membersihkan kandang Thestral.
"Lalu, ketakutanku pada warna kuning dan oranye?" tanya Kanon.
Saga mengerutkan dahinya sejenak. "Mmmm...bagaimana kalau kusebut, 'fobia terhadap warna kuning dan oranye' saja? Terdengar lebih sederhana," jawabnya sambil memiringkan kepala, dengan ekspresi polos. Kanon membayangkan Aiolos akan langsung menyerang Saga begitu ia melihat ekspresi ini, namun segera mengenyahkan bayangan itu.
Sekitar lima belas menit yang lalu, Saga masuk seenaknya ke asrama dan menarik Kanon yang tengah bergelung di dalam selimut ke Ruang Bersama. Lalu, ia menginterogasinya tentang kenapa ia tidak makan siang, yang dilanjutkan dengan ceramah panjang lebar mengenai menjaga kesehatan. Alasan Kanon tidak mau makan sebenarnya sederhana saja.
"Lagipula, kenapa, 'sih, kamu tiba-tiba jadi takut makan labu?"
Kanon melirik Saga dari sudut matanya. "Bukan takut. Hanya, entahlah. Muak, mungkin? Menjelang Halloween, sepertinya para peri rumah itu punya stok labu yang tidak terhingga, sampai-sampai setiap hari sejak awal Oktober semua makanan yang disediakan berbahan dasar labu. Jus labu, pai labu, sup labu, labu goreng, kue labu, dan salad labu," Kanon menyebutkan makanan-makanan yang disediakan sekolah, lalu mengakhirinya dengan ekspresi mual. "Aku mau muntah," lanjutnya.
Saga mengusap-ngusap kepala sang adik, sebelum berdiri dan berjalan menuju pintu. "Aku ambil beberapa makanan dari dapur, dan kupastikan mereka tidak mengandung labu atau apapun yang berwarna kuning dan oranye. Apa itu termasuk jeruk, wortel, dan pisang?" tanya Saga.
"Kau tahu aku tidak suka wortel, Saga. Kalau jeruk dan pisang, tidak masalah."
"Oke. Sana, tiduran saja di kasur. Sejam lagi aku kembali."
Kanon melambai sebentar, sebelum akhirnya Saga keluar dari asrama Ravenclaw. Ia menghela napas.
Halloween sialan.
No comments:
Post a Comment