Sunday, 14 October 2012

Years of Youth #12

Sudah seminggu ini, Degel uring-uringan. Bahkan, wajahnya yang tanpa ekspresi dan membuatnya memiliki gelar 'Ice King of Ravenclaw' itu pun tidak bisa menyembunyikan emosinya. Di pelajaran Duel di kelas Mantra pun, Degel yang biasanya melancarkan mantra-mantra kalem dan tersembunyi untuk mengalahkan lawannya kini memakai mantra-mantra eksplosif. Entah sudah berapa kali Ares melancarkan Aguamenti hari itu, sampai mengancam akan mendetensi si mata hijau itu kalau sampai ia meledakkan satu kursi lagi.

Alasannya? Simpel saja.

"Kardia selalu kabur dariku setiap kali kami bertemu di koridor."

Camus mengedipkan matanya beberapa kali, mencoba mencerna informasi. "Oh?" ujarnya setelah beberapa menit. Bahkan otak brilian turunan dari sang ayah--muggle ternama di bidang sains yang terkenal karena otaknya yang dibilang setara dengan seorang penemu rumus kuantum ternama--pun tidak bisa membuat bungsu yang menyandang titel 'Pangeran Es' ini mengerti maksud kalimat sang kakak.

Degel menyuap sup jagung ke mulutnya sebelum memasukkan sepotong besar Baguette ke dalamnya. "Ha! Hahaha hahahnga hia hihahahhaaghu!!!"

"Kak, telan dulu makananmu," ujar Camus, melirik kiri-kanan.

"Iya!" seru Degel tidak sabar setelah menelan makanannya. "padahal katanya dia cinta padaku! Padahal katanya cukup ada di sampingku dan melihat aku bahagia. Padahal...ARGH!" geramnya sembari menggebrak meja dan angkat kaki dari Aula Besar untuk mencari bedebah yang berani membuat emosinya berantakan seperti ini.

No comments:

Post a Comment