Thursday, 31 January 2013

Rose Petals xx

"Tu...tunggu dulu, Milo."

Aphrodite mengambil langkah mundur, satu tangannya terjulur ke depan. Wajahnya panik, pucat. Ketakutan. Deathmask segera menengahi mereka berdua dengan berdiri menghadap Milo.

"Oi, Milo. Cukup."

Milo memicingkan matanya. "Minggir, Deathmask. Ini bukan urusanmu." Mengancam dan tidak ramah, bukan seperti kekonyolan tanpa henti serta lelucon menyimpang yang biasanya dilontarkan oleh Milo.

"Dan ini juga bukan urusanmu!" Deathmask menekankan intonasi suaranya pada suku kata terakhir seraya menunjuk dada Milo yang kini sudah ada dalam jarak jangkauannya. Di belakang Deathmask, Aphrodite mengkeret. Milo menepis tangan Deathmask dan menggeretakkan giginya.

"Ini juga bukan urusanmu, Deathmask! Minggir!"

"Tidak. Langkahi dulu mayatku kalau kau mau menyakiti Dite barang sehelai rambut pun," ujar Deathmask, sedikit menggeram. Matanya memicing dan berkilat berbahaya. Kepalan tangannya mengepal, siap untuk kelayang dan menghantam wajah Milo. Aphrodite menyentuh pakaian Deathmask, berusaha menenangkannya.

"Angelo," lirihnya. Milo melirik pada Aphrodite, lalu Deathmask, dan Aphrodite lagi

"Rela mati demi kekasihmu, eh? Kau selalu mengataiku dan Camus, tapi siapa seka--

Buagh!

Panas, sakit, keretak tulang menabrak tulang, dan rasa besi yang aneh dan amis. Milo terhuyung sedikit ke samping. Ia lalu menyeka wajahnya dan tersenyum miring. Sinting.

"Kau dapat yang kau inginkan, Angie."

1 comment:

  1. WOOOOOOOOOOOOWWWWWWWWWWW!!!!!!! Astaga banget... Baguuuuuuuusssss Laaaaaagggggggggggggiiiiiiiiiii!!!!!

    Hehehehehehe... Keep Writting! Ganbatte! Umm apa lagi? Ah... Publis please!
    #Lizzy#

    ReplyDelete