Tuesday, 11 September 2012

Before Business Time

AU, BL, Shonen-ai.
Saint Seiya belongs to Masami Kurumada

.
.
.

Kling!

Camus menoleh ke pintu masuk, menemukan satu-satunya orang yang cukup sinting untuk datang ke tempatnya lima belas menit sebelum waktu buka. Sepasang pemilik manik biru yang mengantuk dan rambut pirang acak-acakan berjalan ke arahnya sambil sekali-sekali menguap lebar. Rompi coklat kulit, kemeja kotak-kotak merah-putih, celana jeans coklat, dan sepatu boot coklat penuh lumpur yang dikenakannya terlihat familiar di mata sang pemilik cafe.

"Kau tidak pulang?" tanya Camus, meneruskan kegiatan menggosok gelas bir dan membuat kopinya yang sempat terhenti.

Milo duduk di kursi tanpa sandaran dengan jok kulit warna merah, semerah rambut Camus, dan menelungkupkan diri di counter. "Semalaman mengejar pencuri pakaian dalam. Kalau bukan Aphrodite yang jadi korban dan Minos yang tidak tenang dengan kemungkinan Albafica-nya ikut diincar juga mengancam keselamatanmu, aku bisa saja mengabaikan satu pencuri pakaian dalam di kota ini," suaranya teredam. Sejenak ia bisu sebelum mengangkat kepala dan menatap Camus dengan mata sayu. "Aku mau kopi."

Camus menghela napas dan tersenyum, sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat tipis. "Cafe latte dengan banyak gula?"

Milo menggeleng. "Tidak. Dua shot espresso saja. Aku butuh dosis kafein lebih besar untuk tetap berpikir sampai nanti sore, atau malam, atau sampai besok pagi."

Camus mengerutkan dahinya. Espresso? Milo yang selalu meminta banyak gula di kopi susu dan lebih suka cinnamon roll cake dengan sirup karamel dengan taburan gula bubuk di atasnya itu, memilih kopi hitam pekat pahit yang menurutnya 'minuman orang tua'? Dua shot pula? "Jangan memaksa dirimu sendiri, Milo."

Giliran Milo yang menghela napas panjang. Ia menopang dagunya dengan satu tangan. "Aku harus memaksa diri, Camus. Kau tahu sendiri apa yang bisa dilakukan Minos dan gengnya untuk mengganggumu kalau sampai masalah Aphrodite ini tidak selesai. Kenapa sih, Albafica harus pacaran dengan Minos yang suka sekali bikin keributan sekaligus menjadi kakaknya Aphrodite?! Sudah tau Aphro itu magnet maniak mesum," sembur sang sheriff. Bintang emas di dadanya mengkilat kena pantulan cahaya. Camus mengulurkan tangan dan mengacak rambut pirang di hadapannya.

"Pertanyaan yang sama dengan kenapa kau mau jadi pacarku meski tahu bahwa saudara kembarku, Degel, punya  affair dengan pamanmu, Kardia, ditambah aku punya tanggungan anak adik ibuku, Hyoga?"

Milo menarik bibirnya dan memamerkan gigi yang berjejer rapi. "Itu sih jelas. Karena aku jatuh cinta padamu. Dan kau juga."

"Nah, kau tahu jawabannya, kan? Ini, cokelat panas dengan marshmallow dan french toast dengan telur mata sapi serta daging asap. Habiskan, dan jangan harap akan pernah ada espresso disajikan di sini untuk perutmu yang, meskipun kapasitasnya sangat besar tapi punya masalah asam lambung."

Milo tergelak mendengar ceramah pagi Camus. "Oh, aku merasakan cinta yang sangat besar dalam setiap kata-katamu itu," ujarnya sebelum mulai melahap makanan yang disajikan. Camus hanya membalikkan tubuhnya, berusaha menutupi rona merah yang mulai menjalar di wajahnya.

1 comment:

  1. waaaaaaahhhhh.... kok gk di publis siiiihhhh???

    kan critanya bagusssss.... Pleeeeaassseee... kasih tau yang lain jgn disimpen sendiri... ya?

    maap telat banget repiu-nya baru nemu...

    your fans #Lizzy#

    ReplyDelete